Minggu siang, 30 Agustus 2026, halaman PKBM Lentera Nusantara tampak lebih semarak dari biasanya. Sejumlah Warga Belajar Paket B dan Paket C berkumpul untuk mengikuti kegiatan Cooking Class yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB. Bukan sekadar memasak, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan, tempat warga belajar mencoba sesuatu yang baru, bekerja sama, dan mengasah keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana belajar pun terasa berbeda—lebih santai, dekat dengan kehidupan nyata, tetapi tetap sarat dengan proses pendidikan.
Kegiatan Cooking Class tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran mata pelajaran Pemberdayaan yang diberikan kepada Warga Belajar Paket A, Paket B dan Paket C. Melalui kegiatan praktik, warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengembangkan life skill. Mulai dari menyiapkan bahan, memahami proses pengolahan, menjaga kebersihan, bekerja dalam kelompok, hingga menyelesaikan hidangan, semuanya menjadi bagian dari proses belajar. Dari aktivitas sederhana di halaman PKBM, warga belajar diajak memahami bahwa keterampilan dapat menjadi bekal penting untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
Lebih dari sekadar menghasilkan makanan, Cooking Class juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri. Bagi sebagian warga belajar yang pernah berhenti sekolah, kembali ke lingkungan pendidikan terkadang bukan perkara mudah. Ada rasa minder, takut tertinggal, atau merasa sudah terlambat untuk belajar. Namun, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu dilakukan dengan duduk diam di dalam kelas dan menghafalkan teori. Belajar dapat dilakukan melalui praktik, pengalaman, kreativitas, dan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap keberhasilan kecil dalam proses memasak menjadi pengalaman yang dapat menumbuhkan keyakinan bahwa mereka pun mampu belajar dan berkembang.
Pembelajaran berbasis keterampilan seperti ini menjadi salah satu cara PKBM Lentera Nusantara menghadirkan pendidikan yang humanis dan bermakna. Warga belajar tidak hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat berguna setelah mereka lulus. Keterampilan memasak, misalnya, dapat berkembang menjadi kegiatan produktif, usaha kecil, atau sekadar kemampuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri. Inilah makna pendidikan yang sesungguhnya: memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk kembali belajar, menemukan potensi dirinya, dan memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan.
Bagi anak-anak dan remaja yang pernah putus sekolah, kisah dari halaman PKBM Lentera Nusantara ini menjadi pengingat bahwa berhenti sekolah bukan berarti harus berhenti memiliki cita-cita. Masih ada kesempatan untuk kembali belajar melalui Program Kesetaraan Paket B dan Paket C, sambil mengembangkan berbagai keterampilan yang relevan dengan kehidupan. Di PKBM, belajar tidak hanya tentang mendapatkan ijazah, tetapi juga tentang membangun keberanian, keterampilan, karakter, dan masa depan. Dari sebuah Cooking Class sederhana, mungkin saja lahir sebuah keterampilan baru, sebuah usaha kecil, bahkan sebuah cita-cita besar yang sebelumnya sempat terhenti.
