MALANG – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Alam menyimpan ruang belajar yang luas, menghadirkan pengalaman nyata, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kehidupan. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan outing class bertajuk “Pengenalan Ekosistem Laut” yang dilaksanakan PKBM Lentera Nusantara pada Minggu, 27 September 2026, di Pantai Banyu Meneng dan Selok Beach, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh tutor dan warga belajar sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pemilihan kawasan pantai sebagai lokasi pembelajaran bukan sekadar untuk menikmati keindahan alam, melainkan menjadi kesempatan bagi warga belajar untuk mengenali hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Laut merupakan ekosistem yang kompleks, tempat berbagai organisme saling bergantung, mulai dari plankton, ikan, moluska, hingga organisme lain yang hidup di kawasan pesisir. Melalui pengamatan langsung, warga belajar diajak memahami bahwa keberlangsungan kehidupan laut ditentukan oleh keseimbangan ekosistem, kualitas air, kondisi habitat, serta perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Pembelajaran di Pantai Banyu Meneng dan Selok Beach juga membuka ruang untuk memahami bagaimana kawasan pesisir memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi. Selain menjadi habitat berbagai organisme, laut berperan dalam menyediakan sumber pangan, mendukung mata pencaharian masyarakat, serta menjaga keseimbangan lingkungan. Pemahaman tersebut penting agar warga belajar tidak hanya mengenal laut sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sistem kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya. Keindahan pantai yang terlihat di permukaan menyimpan tanggung jawab besar untuk memastikan lingkungan tetap lestari bagi generasi mendatang.
Salah satu warga belajar, Lilik mengungkapkan bahwa pembelajaran langsung di alam memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan laut dan pentingnya menjaga keseimbangannya. “Mengenal ekosistem laut penting bagi saya karena dapat mengenal siklus kehidupan di laut dan kita memiliki upaya untuk mencegah kerusakannya,” ungkap Lilik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan tentang nama-nama makhluk hidup, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa setiap komponen ekosistem memiliki peran dan perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.
Kepedulian serupa disampaikan Hana, warga belajar PKBM Lentera Nusantara. Menurutnya, memahami ekosistem laut dapat mengubah cara seseorang memandang sampah dan dampaknya terhadap lingkungan. “Dengan mengenal ekosistem laut kita jadi memiliki kepedulian untuk tidak buang sampah sembarangan,” tutur Hana. Pesan ini menjadi penting karena sampah yang dibuang sembarangan di daratan dapat terbawa aliran air menuju sungai dan akhirnya bermuara ke laut. Sampah plastik yang bertahan lama di lingkungan berpotensi mencemari perairan, merusak habitat, serta membahayakan organisme laut yang dapat menelan atau terjerat sampah tersebut.
Dari sudut pandang pembelajaran, kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendidikan lingkungan perlu dibangun melalui pengalaman, pengamatan, dan refleksi. Warga belajar tidak hanya diajak mengetahui apa itu ekosistem laut, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan kehidupan manusia. Salah satu tutor, Anwar, menjelaskan pentingnya menjaga laut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ekosistem laut itu sangat berguna bagi kehidupan manusia. Contohnya, ikan yang kita makan sebagian besar dihasilkan dari laut. Maka, dengan kita peduli terhadap ekosistem laut, manfaatnya akan kembali ke kita,” jelas Anwar. Pernyataan tersebut menekankan bahwa menjaga kelestarian laut bukan semata-mata urusan lingkungan, melainkan juga berkaitan dengan ketahanan pangan, mata pencaharian, dan kualitas hidup manusia.
Melalui kegiatan outing class ini, warga belajar memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata. Kepedulian terhadap laut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membawa kembali sampah setelah berwisata, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak merusak biota maupun habitat pesisir, serta mengingatkan orang lain untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tindakan tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, dapat menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran ekosistem laut tidak hanya menghasilkan pemahaman, tetapi juga membangun tanggung jawab pribadi dan sosial.
Bagi PKBM Lentera Nusantara, pembelajaran di luar kelas menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang humanis, bermakna, dan berkarakter. Warga belajar diberikan ruang untuk mengalami proses belajar secara langsung, mengembangkan rasa ingin tahu, membangun kepedulian, serta mengambil pelajaran dari lingkungan di sekitarnya. Model pembelajaran seperti ini juga menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan tidak sebatas mengejar capaian akademik, melainkan turut membekali warga belajar dengan kecakapan hidup, kemampuan berpikir kritis, dan karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi persoalan nyata dalam masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan pengenalan ekosistem laut di Pantai Banyu Meneng dan Selok Beach membawa pesan bahwa laut bukan sekadar bentang alam yang indah untuk dikunjungi, melainkan sumber kehidupan yang keberlanjutannya bergantung pada kepedulian manusia. Pengetahuan akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan, sedangkan kepedulian akan memiliki kekuatan ketika tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Melalui outing class ini, PKBM Lentera Nusantara mengajak warga belajar membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman perjalanan: sebuah kesadaran bahwa menjaga laut berarti menjaga kehidupan, dan perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana setiap individu.
