Bagi Raissa Valerina Nerissa, belajar bukan sekadar duduk di ruang kelas, melainkan proses mengembangkan potensi diri secara utuh. Sejak duduk di bangku kelas V setara sekolah dasar, Raissa telah menunjukkan bakat luar biasa di cabang olahraga panjat tebing (wall climbing). Ketekunan dan semangatnya mengantarkan ia mengikuti berbagai kejuaraan bergengsi, mulai dari tingkat kabupaten, regional Jawa Timur, nasional, hingga merasakan pengalaman berkompetisi di ajang internasional pada usia yang masih sangat muda. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk berani bermimpi dan berprestasi.
Melihat bakat dan potensi yang dimiliki putrinya, kedua orang tua Raissa memberikan dukungan penuh. Mereka tidak hanya menyediakan fasilitas latihan di rumah, tetapi juga mencari model pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan latihan dan kompetisi Raissa tanpa mengorbankan haknya memperoleh pendidikan yang berkualitas. Dukungan keluarga inilah yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan prestasi Raissa, baik di bidang olahraga maupun akademik.
Keputusan menjalani pendidikan berbasis homeschooling berawal dari pengalaman selama pandemi Covid-19, ketika seluruh aktivitas belajar dilakukan dari rumah. Situasi tersebut justru membuka perspektif baru bagi keluarga Raissa bahwa proses belajar dapat berlangsung secara lebih fleksibel dan tetap berkualitas. Karena sistem tersebut sulit diwujudkan di sekolah formal, keluarga kemudian memilih jalur Pendidikan Kesetaraan. Pilihan itu membawa mereka bertemu dengan PKBM Lentera Nusantara, yang memberikan ruang bagi Raissa untuk belajar sesuai ritme dan kebutuhannya sebagai atlet muda.
Selama menempuh pendidikan Paket A Setara SD di PKBM Lentera Nusantara, Raissa mampu menunjukkan bahwa fleksibilitas pembelajaran tidak mengurangi kualitas akademiknya. Ia menyelesaikan pendidikan dengan baik, memperoleh hasil belajar yang memuaskan, serta meraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang baik. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan minat dan bakat apabila didukung oleh kemauan belajar yang kuat, keluarga yang suportif, dan lingkungan pendidikan yang tepat.
Kisah Raissa Valerina Nerissa menjadi inspirasi bahwa Program Pendidikan Kesetaraan bukanlah pilihan kedua, melainkan jalur pendidikan yang mampu memberikan kesempatan lebih luas bagi setiap anak untuk bertumbuh sesuai potensinya. Di PKBM Lentera Nusantara, prestasi akademik dan pengembangan bakat tidak dipertentangkan, melainkan berjalan berdampingan. Raissa membuktikan bahwa dengan kerja keras, dukungan orang tua, dan sistem pendidikan yang fleksibel, seorang anak dapat mengejar cita-cita setinggi mungkin tanpa harus meninggalkan pendidikannya.
